E-Commerce / Perdagangan Elektronik
Perdagangan Elektronik
(E-Commerce = electronic commerce) adalah bagian dari e-lifestyle yang
memungkinkan transaksi jual beli dilakukan secara online dari tempat manapun.
E-Commerce juga dapat diartikan sebagai suatu proses berbisnis dengan menggunakan teknologi elektronik yang menghubungkan antara perusahaan, konsumen dan masyarakat dalam bentuk transaksi elektronik seperti pertukaran/penjualan barang, servis, dan informasi secara elektronik.
E-Commerce juga dapat diartikan sebagai suatu proses berbisnis dengan menggunakan teknologi elektronik yang menghubungkan antara perusahaan, konsumen dan masyarakat dalam bentuk transaksi elektronik seperti pertukaran/penjualan barang, servis, dan informasi secara elektronik.
Perdagangan Elektronik (bahasa
Inggris: electronic commerce atau e-commerce) adalah penyebaran,
pembelian, penjualan, pemasaran barang dan jasa melalui sistem
elektronik seperti internet, radio, televisi, www , atau
jaringan komputer lainnya.
E-commerce dapat melibatkan
transfer dana elektronik, pertukaran data elektronik, sistem manajemen
inventori otomatis, dan sistem pengumpulan data
otomatis. Industri teknologi informasi melihat kegiatan
e-commerce ini sebagai aplikasi dan penerapan
dari e-bisnis (e-business) yang berkaitan dengan transaksi komersial,
seperti: transfer dana secara elektronik, SCM (supply chain management),
pemasaran elektronik (e-marketing), atau pemasaran online (online marketing),
pemrosesan transaksi online (online transaction processing), pertukaran
data elektronik (electronic data interchange /EDI), dll.
Retail Konvensional
Kata Ritel berasal dari
bahasa perancis, ‘retailler’ , yang berarti memotong atau memecahkan sesuatu.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, Eceran berarti secara satu-satu;
sedikit-sedikit (tentang penjualan atau pembelian barang) Usaha eceran/ritel
adalah semua kegiatan yang terlibat dalam penjualan atau pembelian barang, jasa
ataupun keduanya secara sedikit-sedikit atau satu-satu langsung kepada konsumen
akhir untuk keperluan konsumsi pribadi, keluarga, ataupun rumah tangga dan
bukan untuk keperluan bisnis (dijual kembali).Usaha eceran atau ritel tidak
hanya terbatas pada penjualan barang, seperti sabun, minuman, ataupun deterjen,
tetapi juga layanan jasa seperti jasa potong rambut, ataupun penyewaan mobil.
Usaha eceran/ritel pun tidak
harus selalu di lakukan di toko, tapi juga bisa dilakukan melalui telepon atau
internet, disebut juga dengan eceran/ritel non-toko.
Selanjutnya
sebutan konvensional, adalah sebuah kata yang menujukan
sifat. Yakni, untuk menyatakan segala sesuatu kegiatan (bersama) atau
tindakan berdasarkan konvensi. Artinya setiap konsep yang akan dikerjakan
pelaksanaannya harus berdasarkan ketentuan-ketentuan yang telah disepakati.
atau perundang-undangan. Biasanya setiap orang yang terkait dengannya telah
memahaminya, sehingga proses kegiatan dapat berjalan dengan baik.
Konvensi atau sebuah kesepakatan dalam masyarakat bertujuan untuk memenuhi
kebutuhan-kebutuhan manusia, fungsi pokoknya adalah, pertama memberikan pedoman
pada anggota masyarakat bagaimana mereka harus bertingkah laku atau bersikap
dalam menghadapi masalah-masalah dalam masyarakat, terutama menyangkut
kebutuhan-kebutuhan yang bersangkutan.Kedua menjaga keutuhan dari masyarakat
bersangkutan.Ketiga memberikan pegangan pada anggota masyarakat (orang yang
bersepakat) untuk mengadakan kontrol sosial, artinya sebagai alat
kontrol terhadap tingkah laku anggota yang bersepakat (masyarakat).
Jadi dapat disimpulkan bahwa
retail konvensional adalah semua kegiatan yang terlibat dalam penjualan
atau pembelian barang ataupun jasa, secara sedikit-sedikit atau satu-satu
(eceran) secara langsung kepada konsumen akhir untuk keperluan konsumsi
pribadi, keluarga, ataupun rumah tangga dan juga untuk keperluan non bisnis
(dijual kembali), yang setiap transaksinya sudah memiliki aspek izin yang
legal dalam perdagangan tersebut, atau dengan kata lain semua transaksi yang
berjalan aman, karena sudah memiliki izin yang legal.
PERBEDAAN E-COMMERCE DAN RETAIL KONVENSIONAL
E-COMMERCE:
- Jangkauan market place e-commerce sangat luas (nasional maupun internasional).
- E-commerce memungkinkan pelanggan untuk berbelanja atau melakukan transaksi selama 24 jam sehari.
- E-commerce menurunkan biaya pembuatan, pemrosesan, pendistribusian, dan penyimpanan.
- E-commerce memberikan lebih banyak pilihan kepada pelanggan, konsumen dapat memilih berbagai jenis produk dari banyak penyedia (vendor).
- E-commerce memungkinkan orang untuk melakukan transaksi didalam rumah dan tidak harus keluar rumah untuk berbelanja. Ini berakibat menurunkan arus kepadatan lalu lintas dijalan serta mengurangi polusi udara.
RETAIL KONVENSIONAL:
- Jangkauan market place retail konvensional terbatas.
- Pelanggan hanya dapat bertransaksi selama jam operasional.
- Retail konvensional memiliki aspek izin yang legal dalam setiap transaksi perdagangannya.
- Retail konvensional hanya menjual apa yang mereka sediakan (pilihan produk terbatas).
- Transaksi Retail konvensional hanya dapat dilakukan dengan turun langsung kelapangan (transaksi seperti ini lebih menguntungkan konsumen karena konsumen dapat memilih barang yang bagus / tidak lecet / sempurna).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar